27 Sep 2013

Waktu Tak Memihak Siapapun

Ketika menulis ini mungkin waktu sudah terus berlalu. Lagi-lagi tentang waktu yang tak kunjung bersahabat dengan keadaan. Kenapa waktu selalu lebih cepat dari gerakku. Apakah aku salah untuk sekedar berlari meninggalkan waktu, Menyisir kesendirian ditepi keadaan.

Waktu seperti musuh terbesarku, menaklukannya tak sekedar satu atau dua kali namun tiap kali membuka mata, melihat mentari, menghirup udara pagi, itulah penaklukan awal waktu.

waktu siap menaklukanmu


Saat aku terlelap dalam mimpi, tak kuasa bisa menghentikan waktu walau hanya satu detik pun. Aku pun harus berjibaku dengan waktu lagi. Ah kau waktu, kapan kau hendak bersahabat dengan keadaan.

Banyak Momen terlewatkan begitu saja tanpa meninggalkan jejak. Hanya sajak-sajak sederhana yang bisa aku ungkapkan lewat waktu sempit.

Terkadang dalam batin terucap, berkata pada waktu. Hai kau waktu bisakah kau menemaniku dengan bijaksana. Tidak mengubah alur asaku sampai citaku terlaksana.

Sungguh waktu seperti boomerang bagiku untuk melangkah jika terus dikalahkan waktu. Jika tak mampu menaklukan, aku akan selalu menjadi manusia yang tidak meninggalkan jejak. hanya meninggalkan nama dalam waktu.

Aku ingin mendekapmu lebih lama dengan segenap impian-impian terbesarku. Target-target sudah aku tuliskan, tapi maukah kau menjadi alur yang tepat untukku hai waktu.

Ayolah waktu kapan lagi kau mengelak untuk bersahabat denganku. Aku akan terus berlari melangkah lebih jauh daripada kau WAKTU.. sampai kau takluk untukku dan berjalan bak sahabat denganku.


Walau kadang kau menjadi boomerang namun berkat kau, aku menemukan nikmat kehidupan yang tak lagi aku dapat dikemudian hari. Terima kasih waktu untuk hari yang lalu, hari ini dan esok. Terima kasih TUHAN yang memberikan waktu sembari menunjukan KUASA yang tiada tara.

Previous
Next Post »

Posting Komentar

Silahkan memberikan Komentar untuk kritik dan saran pada kolom dibawah ini