10 Jun 2013

Aku Ingin Jogja Rapi dan Bersih

aku ingin jogja rapi dan bersih
Bicara tentang jogja, banyak kejadian dan kenangan yang melekat dikota gudeg ini. Berawal dari niat yang tidak disengaja untuk menimbah ilmu, sudah 5 tahun tidak terasa menyelusuri setiap sudut kota. Sebagai kota pelajar, kota wisata dan kota budaya, aku menggangap jogja adalah tempat yang paling tepat untuk dijadikan rumah kedua setelah tempat kelahiranku sendiri. Bertemu banyak orang yang berbeda budaya membuat aku semakin belajar untuk memahami keragaman budaya. Aku banyak menikmati seluk beluk kehidupan yang beranekaragam dengan budaya khas kota jogja ini. Namun ada harapan pribadi ketika aku ingin jogja rapi dan bersih sehingga memberikan kenyamanan yang lebih pada warga dan wisatawan.

Harapan itu muncul ketika melihat pemandangan yang masih semrawut dibalik pesona keindahan jogja. tempat yang indah akan semakin nyaman jika rapi dan bersih. sampah yang seharusnya dibuang pada tempatnya, tidak dihiraukan oleh banyak orang. Etika kesadaran diri belum melekat penuh, ketika yang dipikirkan hanya saat ini tanpa memikirkan masa yang akan datang. Sampah adalah masalah klasik bagi bangsa ini bukan hanya jogja. sebagai contoh tempat keramaian kawasan 0 KM, setiap hari banyak pengunjung yang menikmati pemandangan atau sekedar ingin foto-foto. Banyak dari mereka tidak menghiraukan tempat dengan membuang bekas tempat makanan begitu saja di jalan. Bukan hanya itu, larangan parkir tidak diindahkan. Ini sangat menganggu keindahan pemandangan, padahal area parkir sudah sangat jelas ditunjukan.

Ketika aku berwisata ke pantai, masalah kebersihan pun belum sepenuhnya ditaati. Melihat sampah banyak di area pantai membuat aku berpikir jika larang yang telah dibuat oleh pengelola terasa tidak berguna. Lebih prihatin lagi ketika aku melihat wisatawan luar negeri dengan rendah hati memunggut sampah yang ditemui  setiap dia jalan. Kenapa prihatin, karena sebagai tuan rumah di negeri sendiri seharusnya kita yang menjaga. Jika bersih dan rapi akan merasakan kenyamanan bukan.

Kemacetan jalanan kota yang semakin lama semakin membuat kesal menunjukan meningkatnya penghuni kota jogja. lihat saja, jalanan yang dulu belum macet sekarang terasa macet, ditambah lagi jika musim libur dan hari libur tiba, bus-bus pariwisata banyak memenuhi jalan mengantarkan wisatawan lokal ke beberapa tempat wisata. Belum lagi kesemrawutan pengguna jalan yang biasanya tidak sabar untuk menunggu macet. Semakin terlihat tidak nyaman untuk berada dijalan. Lbih baik berdiam diri di kamar kos menunggu kemacetan sampai redam dulu.

Aku ingin jogja nyaman selalu dengan mewujudkan kota rapi dan bersih. Mungkin sulit dengan posisi saya yang bukan siapa-siapa. Namun, tidak ada salahnya jika sesama warga yang menghuni kota jogja mempunyai harapan agar jogja lebih baik. Semboyan Jogja berhati nyaman belum sepenuhnya nyaman dengan melihat keadaan seperti yang aku rasakan. Butuh langkah konsekuen untuk mewujudkan harapan akan kota nyaman dengan rapi dan bersih.

Harapan aku ingin jogja rapi dan bersih tidak akan pernah pudar. Dimulai dari diri sendiri menerapkan betapa pentingnya rapi dan bersih sehingga menimbulkan kenyamanan untuk sesama. Nyaman merupakan suasana yang akan menebar bahagia dimana orang yang menempati akan merasa betah.

Mari sebagai warga kota jogja, kita wujudkan harapan jogja nyaman dengan rapi dan bersih, karena dengan tindakan yang kecil saja akan menimbulkan dampak yang besar dikemudian hari.

Semoga harapan aku ingin jogja rapi dan bersih dapat menularkan pada warga jogja untuk jogja nyaman, aman dan tentram.

Previous
Next Post »

2 comments

Bocah Ndeso delete 14 Juni 2013 20.30

aku yo wong jogja mas bro.. xD

fidelia harris delete 18 Juni 2013 15.02

ayoooo sapu sapu.....!!!

*cemungguuddhhhh

Poskan Komentar

Silahkan memberikan Komentar untuk kritik dan saran pada kolom dibawah ini