26 Des 2012

Pasrahku Hanya PadaMu

mentari indah
Tidak pernah berpikir untuk selalu memikirkan tetapi apa daya pikiran selalu terbayang. Namun tak kurang menghindar jika tak tahu jua pikiran tercengang. Aku tau semua tentang pikiranku dan aku paham tentang apa yang aku pikirkan. Tetapi bendungan sebesar apa yang ku buat tak mampu meredam pikiran.

Sedari dulu wajah kagum slalu ada, ketika itu sepucuk kata tak mampu terucap, padahal ingin rasanya berbincang hangat. Waktu selalu memakan disetiap nafas hingga akhirnya aku mampu mengucap kata mesti kadang masih terasa cangung untuk berucap. Tuhan berkehendak untuk aku banyak mengucap, dari berbagai tepi dan sisi aku memahami, Sudut itu pun semakin luas. Tak kala mata ini tak mampu memandang lama. Sedikit menoleh dan sedikit pula memandang detak wajah.   

Tak pernah memikirkan untuk memiliki karna aku tau pantas itu belum ada. Tugasku memantaskan diri belumlah usai selagi ada ruang dan waktu yang menjadikan aku semakin pantas. Jika Tuhan tidak berkehendak maka itulah yang terbaik. Bukan menurut diriku yang diinginkan tetapi menurut Tuhanlah yang paling baik.

Tak pernah redup wajah kagum yang selalu membuat kedamaian senyum. Sembari mengikuti skenario Tuhan,  inilah jalan yang terbaik  Untuk aku jalani dibeberapa waktu yang akan menjulang tajam. Kadang kejutan itu datang, dan kadang doa itu dikehendaki. Layaknya sinar mentari  tak selalu terang dan tak sempurna menerangi.

Sungguh senyum manis pun datang ketika aku membuahkan energi positif  disetiap hembusan nafas hingga bahagiaku kian selalu bersemayam dalam diri. Lusa aku akan mengucap selamat tinggal penasehat ataukah selamat datang partner. Itu misteri  Tuhan yang belum ada jawaban.

Berharap mentari akan berubah jadi matahari itu tetap ada, tetapi tak akan melebihi kapasitas diri.  Koridor pun diterapkan dibeberapa titik tertentu agar batasan itu selalu ada dan berlaku.

Hah… dipenghujung tahun banyak mimpi untuk tahun lanjutan. Setumpuk crita telah aku tunjukan Tuhan. Memang besar mimpi itu, tetapi aku bukan seorang pemimpi hebat, aku ingin jadi eksekutor handal disemua mimpi.

Indah itu selalu ada, selalu dan selalu, ketika cerita tidak sesuai skenerio tulisan maka berlapanglah karena penghapus cerita itu adalah sang maha mengetahui. Gantinya berlipat lebih baik dari apa yang ditulis.  Layaknya burung tak lelah terbang, sejauh brkilo mil pun dilalui untuk sang perut. Namun, jika tak jua temu alternative pun jadi yang terbaik. 

Previous
Next Post »

Poskan Komentar

Silahkan memberikan Komentar untuk kritik dan saran pada kolom dibawah ini