29 Mar 2011

Managemen Proses OS Google Chrome

Chrome OS merupakan sistem operasi yang dibangun dari platform web Chrome yang sudah dirilis Google. Sistem operasi ini didesain untuk mewujudkan secara penuh sistem konsep komputasi berbasis web sehingga semua layanan dapat saling terhubung baik diakses melalui PC, laptop, maupun perangkat mobile melalui internet. Chrome diklaim sebagai sistem operasi yang sangat ringan dan kompak.

Google mendeskripsikan desain Chrome OS terdiri atas tiga lapisan arsitektur (three-tier architecture) yaitu firmwhare, system  level dan user software,  dan Chrome browser  dan windows manager.



1.  Firmware
Firmware memegang peranan penting pada proses boot pada Chrome OS. Dengan mengurangi komponen-komponen yang kurang penting pada proses boot, menjadikan chrome sistem operasi yang memiliki kemampuan booting yang cepat dengan tetap memperhatikan aspek keamanan. Firmware mereduksi kompleksitas ketika sebuah PC melakukan boot, seperti mengurangi kompatibilitas terhadap perangkat-perangkat yang secara fungsional sudah tidak diperlukan seperti Flopy Disk. Firmware juga memberikan dukungan terhadap system recovery.

Fungsi firmware :
    * System Recovery, firmware mempu malakukan re-install jika terjadi kerusakan pada system
    * Verified boot, melakukan booting dengan melakukan pemeriksaan terhadap firmware, kernel dan system image.
    * Fast boot, memberikan jaminan kecepatan pada proses booting
2. System Level dan User-land
Pada bagian ini terdapat linux kernel, driver dan service-service untuk user. Kernel Chrome telah dimodifikasi agar mampu berjalan dengan performa yang lebih cepat dan lebih ringan.


User-land merupakan system yang digunakan sebagai pengaturan proses-proses dengan menggunakan service bernama upstart. Upstart dapat menalankan service secara parallel.
Beberapa komponen pada System Kevel dan User-land :
-          D-Bus, merupakan komponen yang terhubung dengan hardware. Sebagai contoh manajemen batrai
-          Connection Manager, Terkait dengan manajemen koneksi internet seperti WiFi, DNS Prox dan service 3G

-          WPA Supplicant,  Digunakan untuk melakukan koneksi via wirelles
-          Autoupdate : Daemon yang melakukan pengecekan terhadap images system
-          Power Management, Merupakan perangkat yang mengatur management penggunaan power oleh CPU
-          Standart Linux Service,  syslog dan cron seperti pada sistem operasi linux.

3. Chrome Browser dan Window Manager
Window manager bertanggung jawab terhadap penanganan interaksi user dengan berbagai windows client. Jika dibandingkan dengan linux, Windows Manager dapat disamaan dengan sistem X Windows. Windows Manager berfungsi dengan melakukan kontrol terhadap penempatan window, cursor dan berbagai perangkat tentang antar muka terhadap Chrome OS. Chrome OS juga mendukung mekanisme rendering dengan OpenGL.  Terdapat juga ICCCM (Inter-Client Communication Conventions Manual) dan  EWHM (Extended Window Manager Hints) yang digunakan sebagai komunikasi antara window manager.


sekian semoga bermanfaat!



Previous
Next Post »

Posting Komentar

Silahkan memberikan Komentar untuk kritik dan saran pada kolom dibawah ini