15 Mar 2011

cerita tentang anak kampung sukses

Mengangkat sebuah kisah hidup seorang anak kampung yang punya cita-cita dan tekat kuat untuk berjuang meningkatkan kualitas hidup lebih baik. Ia adalah seorang anak yang terlahir dari keluarga kurang mampu pada saat itu. Terlahir dari 6 bersaudara dan ia anak pertama, Anak tersebut bernama Sofan Hidayat yang sekarang berusia 36 tahun. Semenjak kecil terbiasa oleh keadaan serba berkecukupan dan terkadang kurang. Tetapi tak mengurangi keinginan untuk mengapai cita-citanya.

Ia merupakan anak yang cerdas dari SD sampai SMA selalu menjadi yang terbaik di kelas bahkan di sekolah yang di jadikan tempat menuntut ilmu. Saat lulus SMA, ia mendapatkan banyak tawaran untuk bersekolah di perguruan tinggi ternama di Indonesia dengan beasiswa tetapi untuk pertama masuk harus bayar terlebih dahulu. Apa mau dikata kondisi ekonomi pada saat itu tidak mendukung, orang tua nya tidak mampu untuk membiayai berkuliah. Ia justru di suruh untuk mencangkul di sawah oleh sang bapak, akhirnya ia pun menuruti perintah orang tuanya.


Selajan dengan waktu yang terus bergulir, selama 1 tahun menggangur. ia membuat sebuah kolam ikan di belakang rumahnya bersama adiknya yang terpaut 2 tahun dan kolam itu masih ada sampai saat ini. Selalu terngiang dalam benaknya masih memiliki hasrat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi agar kehidupan keluarganya terangkat.

Suatu saat ada saudara sepupunya yang memberi kabar ada pendaftaran PNS di PT KAI dan mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah di bandung. Ia pun bersemangat kembali untuk mengapai cita-citanya. Berangakat dengan bekal seadanya, ia pun pergi ke bandung unutk mengikuti test masuk PT KAI. Setelah melakukan serangkaian test, ia kembali ke kampong untuk menunggu pengumuman hasil test yang di umumkan lewat media masa (koran). Hari yang di tunggu telah tiba untuk melihat hasil test dan alhasil ia pun diterima di PT KAI. kegembiraan terpancar dari wajah oleh seorang sofan hidayat.

Selang beberapa hari, ia berangkat menuju bandung untuk mengikuti study dan kerja di PT KAI. ia mendapat beasiswa untuk sekolah di ITB tanpa membayar sepeser pun. Ia melakukan rutinitas sehari-hari dengan penuh semangat. Pagi hari berangkat kuliah sedangkan siang nya kerja di kantor KAI. ia seorang yang rajin menabung dengan uang yang di dapat nya, ia menyisihkan sebagian untuk di tabung.

Setelah study di ITB selesai dan memperoleh prestasi yang memuaskan dengan IPK di atas 3.5, ia langsung naik jabatan di tempat bekerjanya. Ia pun sudah bisa mengirimkan uang jerih payahnya untuk kedua orang tua setiap bulan.

Pada tahun 1999, ia sangat terpukul karena adik kesayangannya meninggal dunia. ia yang membiayai semua kebutuhan untuk berobat. Sampai ia mengambil cuti hanya untuk menemani sang adik di rawat. Setelah itu ia kembali kebandung untuk melanjutkan pekerjaannya.

Akhinya ia menikah di tahun 2004 dengan seorang gadis bandung dan satu tahun kemudian mempunyai anak. Kariernya semakin melejit dan pada tahun 2006 ia di sekolahkan oleh PT KAI di Belanda selama 2 bulan. Prestasi dalam kerja yang di raih menunjukan grafik yang meningkat dan jabatan semakin tinggi. Sekarang sudah menjabat sebagai kepala di bagian kesinyalan kereta api.

Dalam 5 tahun terakhir, ia mengembangkan usaha di bidang property dan sekarang sudah mempunyai 3 CV dan usaha di bidang fotocopy. Ia pun biasa mengambil andil dalam proyek perbaikkan di PT KAI. ia menyekolahkan semua adik-adiknya sampai sekarang yang sedang melanjutkan kuliah. Mempunyai 2 rumah mewah di kawasan perumahan di dekat kampus ITB. Ia sudah bisa membeli banyak tanah di kampong nya untuk usaha adik-adiknya. Gaji yang di dapat tidak seberapa di banding penghasilan dari usaha yang dibangunnya.

Itu lah sedikit cerita tentang seorang anak yang berhasil dan hidup setelah berusaha untuk mengubah hidup seperti yang di inginkan…

Ingat kata Alloh dalam firman nya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” jadi tak hanya mengikuti nasib tetapi ubah lah nasib itu..

Salam sahabat………….

Previous
Next Post »

Posting Komentar

Silahkan memberikan Komentar untuk kritik dan saran pada kolom dibawah ini